Sejarah Kelam Jepang di Indonesia Jugun Ianfu

Property Pribadi Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Ilustrasi doc. Pribadi © Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh: "-Sejarah Kelam Jepang di Indonesia Jugun Ianfu-"
Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Sejarah Kelam Jepang di Indonesia Jugun Ianfu Menjelang momentum kapitulasi Jepang di Asia Pasifik kepada Tentara Sekutu pada 2 September 1945, Global Future Institute merasa tergerak untuk mengungkap kembali sejarah hitam militerisme dan fasisme Jepang pada Perang Dunia Kedua. Dengan berkedok sebagai tentara pembebasan Asia, Jepang sejatinya datang ke Indonesia sebagai penjajah baru menggantikan Belanda yang sudah 350 tahun bercokol di Indonesia.

Namun demikian, masa penjajahan dan pendudukan Jepang selama tiga tahun di Indonesia, nampaknya tak kalah penting untuk diungkap dalam buku-buku sejarah, karya sastra maupun film. Artikel berikut ini kiranya bisa menjadi referensi awal untuk studi-studi lebih lanjut berkenaan dengan sepak-terjang pemerintahan militer Jepang di Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya. Termasuk berbagai kejahatan perang Jepang seperti Perbudakan Sex yang kelak populer dengan sebutan Jugun Ianfu.

Jugun Ianfu adalah istilah Jepang terhadap perempuan penghibur tentara kekaisaran Jepang dimasa perang Asia Pasifik, istilah asing lainnya adalah Comfort Women. Pada kenyataannya Jugun Ianfu bukan merupakan perempuan penghibur tetapi perbudakan seksual yang brutal, terencana, serta dianggap masyarakat internasional sebagai kejahatan perang. Diperkirakan 200 sampai 400 ribu perempuan Asia berusia 13 hingga 25 tahun dipaksa menjadi budak seks tentara Jepang.

Melakukan invansi ke negara lain yang mengakibatkan peperangan membuat kelelahan mental tentara Jepang. Kondisi ini mengakibatkan tentara Jepang melakukan pelampiasan seksual secara brutal dengan cara melakukan perkosaan masal yang mengakibatkan mewabahnya penyakit kelamin yang menjangkiti tentara Jepang. Hal ini tentunya melemahkan kekuatan angkatan perang kekaisaran Jepang. Situasi ini memunculkan gagasan untuk merekrut perempuan-perempuan lokal , menyeleksi kesehatan dan memasukan mereka ke dalam Ianjo-Ianjo sebagai rumah bordil militer Jepang.

Mereka direkrut dengan cara halus seperti dijanjikan sekolah gratis, pekerjaan sebagai pemain sandiwara, pekerja rumah tangga, pelayan rumah makan dan juga dengan cara kasar dengan menteror disertai tindak kekerasan, menculik bahkan memperkosa di depan keluarga.

Jugunianfu berasal dari Korea Selatan, Korea Utara, Cina, Filipina, Taiwan, Timor Leste, Malaysia, dan Indonesia. Sebagian kecil di antaranya dari Belanda dan Jepang sendiri. Mereka dibawa ke wilayah medan pertempuran untuk melayani kebutuhan seksual sipil dan militer Jepang baik di garis depan pertempuran maupun di wilayah garis belakang pertempuran.

Sebagian besar perempuan-perempuan yang berasal dari pulau Jawa yang dijadikan Jugun Ianfu seperti Mardiyem, Sumirah, Emah Kastimah, Sri Sukanti, hanyalah sebagian kecil Jugun Ianfu Indonesia yang bisa diidentifikasi. Masih banyak Jugun Ianfu Indonesia yang hidup maupun sudah meninggal dunia yang belum terlacak keberadaannya.

Mereka diperkosa dan disiksa secara kejam. Dipaksa melayani kebutuhan seksual tentara Jepang sebanyak 10 hingga 20 orang siang dan malam serta dibiarkan kelaparan. Kemudian di aborsi secara paksa apabila hamil. Banyak perempuan mati dalam Ianjo karena sakit, bunuh diri atau disiksa sampai mati.

Ianjo pertama di dunia dibangun di Shanghai, Cina tahun 1932. Pembangunan Ianjo di Cina dijadikan model untuk pembangunan Ianjo-Ianjo di seluruh kawasan Asia Pasifik termasuk Indonesia sejak pendudukan Jepang tahun 1942-1945 telah dibangun Ianjo diberbagai wilayah seperti Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Jawa, Nusa Tenggara, Sumatra, Papua.

Setelah perang Asia Pasifik usai Jugun Ianfu yang masih hidup didera perasaan malu untuk pulang ke kampung halaman. Mereka memilih hidup ditempat lain dan mengunci masa lalu yang kelam dengan berdiam dan mengucilkan diri. Hidup dalam kemiskinan ekonomi dan disingkirkan masyarakat. Mengalami penderitaan fisik, menanggung rasa malu dan perasaan tak berharga hingga akhir hidupnya.

Kaisar Hirohito merupakan pemberi restu sistem Jugun Ianfu ini diterapkan di seluruh Asia Pasifik. Para pelaksana di lapangan adalah para petinggi militer yang memberi komando perang. Maka saat ini pihak yang harus bertanggung jawab atas kejahatan kemanusiaan ini adalah pemerintah Jepang.

Pemerintah Jepang masa kini tidak mengakui keterlibatannya dalam praktek perbudakan seksual di masa perang Asia Pasifik. Pemerintah Jepang berdalih Jugun Ianfu dikelola dan dioperasikan oleh pihak swasta. Pemerintah Jepang menolak meminta maaf secara resmi kepada para Jugun Ianfu. Kendatipun demikian Juli 1995 Perdana Menteri Tomiichi Murayama pernah menyiratkan permintaan maaf secara pribadi, tetapi tidak mewakili negara Jepang. Tahun 1993 Yohei Kono mewakili sekretaris kabinet Jepang memberikan pernyataan empatinya kepada korban Jugun Ianfu. Namun pada Maret 2007 Perdana Menteri Shinzo Abe mengeluarkan pernyataan yang kontroversial dengan menyanggah keterlibatan militer Jepang dalam praktek sistem perbudakan seksual.

Pemerintah Indonesia menganggap masalah Jugun Ianfu sudah selesai, bahkan mempererat hubungan bilateral dan ekonomi dengan Jepang paska perang Asia Pasifik. Namun hingga kini banyak organisasi non pemerintah terus memperjuangkan nasib Jugun Ianfu dan terus melakukan melobi ke tingkat internasional untuk menekan pemerintah Jepang agar menyelesaikan kasus perbudakan seksual ini. Kemudian upaya penelitian masih terus dilakukan untuk memperjelas sejarah buram Jugun Ianfu Indonesia,berpacu dengan waktu karena para korban yang sudah lanjut usia.

Banyak masyarakat yang merendahkan, serta menyisihkan para korban dari pergaulan sosial. Kasus Jugun Ianfu dianggap sekedar “kecelakaan” perang dengan memakai istilah “ransum Jepang”. Mencap para korban sebagai pelacur komersial. Banyak juga pihak-pihak oportunis yang berkedok membela kepentingan Jugun Ianfu dan mengatasnamakan proyek kemanusiaan, namum mereka adalah calo yang mengkorupsi dana santunan yang seharusnya diterima langsung para korban.

Juli 1995 Asian Women’s Fund (AWF) didirikan oleh organisasi swasta Jepang. Organisasi ini dituduh sebagai “agen penyuap” untuk meredam protes masyarakat internasional dan tidak mewakili pemerintah Jepang secara resmi. Di masa pemerintahan Soeharto Tahun 1997 Menteri Sosial Inten Suweno menerima dana santunan bagi para korban sebesar 380 juta yen yang diangsur selama 10 tahun. Namun banyak para korban menyatakan tidak pernah menerima santunan tersebut.

Berikut adalah beberapa tuntutan dari para korban jugunianfu:
  1. Pemerintah Jepang masa kini harus mengakui secara resmi dan meminta maaf bahwa perbudakan seksual dilakukan secara sengaja oleh negara Jepang selama perang Asia Pasifik 1931-1945. 
  2. Para korban diberi santunan sebagai korban perang untuk kehidupan yang sudah dihancurkan oleh militer Jepang. 
  3. Menuntut dimasukkannya sejarah gelap Jugun Ianfu ke dalam kurikulum sekolah di Jepang agar generasi muda Jepang mengetahui kebenaran sejarah Jepang.
Tahun 1992, untuk pertama kalinya Kim Hak Soon korban asal Korea Selatan membuka suara atas kekejaman militer Jepang terhadap dirinya ke publik. Setelah itu masalah Jugun Ianfu terbongkar dan satu persatu korban dari berbagai negara angkat suara. Kemudian tahun 2000 telah digelar Tribunal Tokyo yang menuntut pertanggung jawaban Kaisar Hirohito dan pihak militer Jepang atas praktek perbudakan seksual selama perang Asia Pasifik.

Tahun 2001 final keputusan dikeluarkan di Tribunal The Haque. Setelah itu tekanan internasional terhadap pemerintah Jepang terus Dilakukan. Oktober 2007 kongres Amerika Serikat mengeluarkan resolusi tidak mengikat yang menekan pemerintah Jepang memenuhi tanggung jawab politik atas masalah ini . Meski demikian pemerintah Jepang sampai hari ini belum mengakui apa yang telah diperbuat terhadap ratusan ribu perempuan di Asia dan Belanda pada masa perang Asia Pasifik.


[Sumber: yang diambil Admin Blog Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Silahkan Lihat Di News theglobal-review]

Program Penguatan Indentitas Nasional Jepang dan Jugun Ianfu

Property Pribadi Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Ilustrasi doc. Pribadi © Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh: "-Program Penguatan Indentitas Nasional Jepang dan Jugun Ianfu-"
Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Program Penguatan Indentitas Nasional Jepang dan Jugun Ianfu Masyarakat dunia internasional nampaknya masih menaruh kekuatiran yang cukup besar terhadap kemungkinan bangkitnya kembali militerisme Jepang. 

Apalagi jika tren global dalam beberapa waktu ke depan, Jepang mulai dilanda keragu-raguan terhadap kemampuan militer dan pertahanan Amerika Serikat dalam mengimbangi kemampuan militer Republik Rakyat Cina di kawasan Asia Pasifik.

Masalahnya kemudian, jika Jepang memutuskan untuk melepaskan diri dari ikatan Perjanjian Keamanan (Security Arrangement) dengan Amerika, maka seketika itu pula Jepang cukup beralasan untuk mengembangkan kembali postur pertahanan nasionalnya, termasuk membangun kembali pasukan dan peralatan militernya baik di angkatan darat, laut dan udara.

Munculnya kembali militerisme Jepang? Bisa jadi. Kesepakatan strategis Cina-Jepang baru-baru ini untuk tidak lagi mempersoalkan pertikaian historis di masa lalu, bagi para penentu kebijakan strategis Amerika tentunya cukup mencemaskan, di tengah kian tajamnya persaingan dengan Cina dalam berebut pengaruh di kawasan Asia Pasifik. Karena bukan tidak mungkin, kedekatannya terhadap Cina pada gilirannya akan dijadikan momentum oleh Jepang untuk memperkuat dirinya secara militer, sekaligus menjadikan dirinya sebagai aktor politik independent yang bebas dari pengaruh Amerika di kawasan Asia Pasifik.

Salah satu indikasi semakin kuatnya ketakutan berbagai kalangan dunia internasional terhadap bangkitnya militerisme Jepang adalah munculnya kembali isu Jugun Ianfu(wanita penghibur).

Sebagaimana ditulis dengan sangat baik oleh Simon Saragih di harian Kompas beberapa waktu yang lalu, Yoshiaki Yoshimi, sejarawan Jepang dari Universitas Chuo di Tokyo, secara kebetulan menemukan sebuah dokumen pada dekade 1980-an yang memperlihatkan sebuah fakta penting bahwa militer Jepang pernah mengeluarkan perintah pengadaan rumah-rumah bordil untuk kepentingan tentara di medan laga.

Dengan memberi sebuah contoh daerah Cina utara yang sempat diduduki Jepang, dokumen tersebut sempat mengungkap fakta mengenai sepak-terjang Kepala Staf Tentara Jepang yang menduduki Cina Utara pada saat Perang Dunia II, yang menghendaki diadakannya rumah-rumah bordil dengan tujuan menghentikan keganasan sexual tentara Jepang yang kerap memperkosa wanita-wanita setempat.

Apapun alasannya, berbagai fakta yang berhasil diungkap para sejarawan dalam studi-studi mengenai perilaku militer Jepang, memang membenarkan bahwa pada akhir Perang Dunia II ada sekitar 200.000 wanita yang dimasukkan ke rumah-rumah bordil untuk melayani tentara Jepang di seluruh negara Asia yang mereka duduki.

Fakta fundamental yang diajukan oleh Yoshimi melalui terungkapnya sebuah dokumen penting, meski ini hanya salah satu di antaranya, tentunya bukan sebuah berita bagus bagi pemerintahan Jepang di bawah kepemimpinan Shinzo Abe yang justru dikenal berhaluan konservatif dan cenderung nasionalistik.

Meski demikian, Shinzo Abe tidak kehilangan argumentasi dalam membantah fakta fundamental yang diajukan Yoshimi.

“Tidak ada pemaksaan atau penculikan atas perempuan Asia yang kemudian jadi Jugun Ianfu. Tidak ada kesaksian yang bisa dipercaya soal pemaksaan itu,” tukas Abe. Bahkan secara provokatif Abe mengatakan bahwa adalah “kondisi ekonomi serta peran para germo” yang memungkinkan terjadinya perbudakan seks.

Tentu saja pernyataan provokatif Abe mengundang reaksi keras publik, tak terkecuali Yoshimi.

“Pemerintah justru menjadi pemrakarsa dan para germo hanya sebagai alat. Fakta itu jangan diputarbalikkan, demikian pernyataan balasan Yoshimi terhadap argumentasi Abe.

Tapi anehnya, seperti dilansir berbagai media massa, meski meragukan kebenaran sejarah Jugun Ianfu, namun Abe sempat meminta maaf secara terbuka dan mengakui soal Jugun Ianfu, dan menjanjikan diadakannya penyelidikan baru soal Jugun Ianfu.

Kenyataan ini menginsyaratkan dua hal penting. Pertama, secara faktual Abe pada dasarnya mengakui bahwa di masa Perang Dunia kedua, Jugun Ianfu memang terbukti ada. Hanya saja, Abe mencoba memberi perspektif yang berbeda terhadap mengapa Jugun Ianfu tersebut bisa terjadi. Itulah sebabnya dia mengajukan tesis bahwa Jugun Ianfu terjadi karena didorong oleh kondisi perekonomian yang buruk.

Satu segi yang coba dikaburkan oleh Abe adalah fakta bahwa keberadaan Jugun Ianfu, biar bagaimanapun juga, sangat dimungkinkan karena berlakunya pemerintahan militerisme-fasisme Jepang di negara-negara yang diduduki Jepang.

Di sinilah dilema Shinzo Abe. Sebagai perdana menteri Jepang yang salah satu prioritas utama programnya adalah memperkuat kembali identitas nasional Jepang, maka program penguatan dan modernisasi personil dan peralatan militer, dengan serta merta akan dicurigai sebagai langkah awal untuk menghidupkan kembali fasisme-militerisme Jepang. Dan denga maraknya kembali isu Jugun Ianfu sebagai praktek perbudakan seks di masa fasisme Jepang pada Perang Dunia Kedua, maka program penguatan dan revitalisasi identitas nasional Jepang dalam tahun-tahun mendatang nampaknya akan mengundang reaksi keras dari berbagai kalangan, termasuk di Jepang sendiri.

Apalagi sejak 1993, pemerintah Jepang semasa Perdana Menteri Tomiichi Maruyama, sempat mengeluarkan pernyataan Kono yang menyebutkan, “memohon maaf yang amat dalam dan menyesali kejadian tersebut.” Artinya, secara eksplisit Pemerintahan Jepang ketika itu mengakui keterlibatan langsung tentara Jepang ihwal perbudakan seks tersebut.

Ini sekaligus membuktikan, bahwa konstalasi politik dalam negeri Jepang itu sendiri masih terbelah dalam dua faksi. Bagi kelompok nasionalis konservatif seperti Shinzo Abe, meskipun mengakui sampai batas tertentu citra buruk Jepang gara-gara Jugun Ianfu di masa silam, namun tetap menggarisbawahi pentingnya program penguatan identitas nasional Jepang, termasuk kemungkinan membangun kembali angkatan perangnya untuk menunjang peran baru negaranya sebagai kekuatan independen di kawasan Asia Pasifik yang bebas dari pengaruh Amerika maupun Cina.

Faksi lain yang cenderung lebih liberal, nampaknya masih menganggap persekutuan politik dan militer dengan Amerika sebagai agenda utama, dan karenanya cenderung mengabaikan berbagai program yang ditujukan untuk memperkuat kembali semangat dan sentimen nasional bangsa Jepang, apalagi kemungkinan menghidupkan kembali angkatan bersenjatanya.

Namun fakta politik saat ini, yang menguasai arah kebijakan politik luar negeri adalah Shinzo Abe yang berpandangan nasionalistik dan mendambakan kemunculan kembali Jepang sebagai negara-bangsa yang kuat tidak saja secara ekonomi tapi juga politik, kebudayaan dan pertahanan.

Karena itu, maraknya kembali isu Jugun Ianfu semasa fasisme militer Jepang pada Perang Dunia II, nampaknya harus dinetralisasi dan ditangkal oleh Abe secara persuasive dan penuh kearifan. Sehingga Abe bisa membuktikan dan meyakinkan publik bahwa program penguatan identitas nasional Jepang tidak secara otomatis akan menghidupkan kembali fasisme Jepang ala Perang Dunia II, sehingga memberi ruang terjadinya kembali praktek perbudakan seks ala Jugun Ianfu.

Kalau tidak, maka jangan salahkan berbagai kalangan yang mencemaskan kembalinya fasisme militer Jepang. Sekaligus membenarkan dugaan kuat berbagai kalangan bahwa Jugun Ianfu memang produk langsung dari skema Fasisme militer Jepang.

di Tulis Oleh: Editor theglobal-review Rusman


[Sumber: yang diambil Admin Blog Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Silahkan Lihat Di News theglobal-review]

Tokoh Yahudi Dalang Holocaust, Karl Haushofer

Property Pribadi Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Doc. Pribadi © Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh: " Tokoh Yahudi Dalang Holocaust, Karl Haushofer "

Suriya-Aceh Info Anak Meulaboh Tokoh Yahudi Dalang Holocaust, Karl Haushofer Seorang Profesor Yahudi ternyata punya andil andil besar dalam kasus pengejaran dan pembunuhan orang-orang Yahudi yang dilakukan Nazi-Jerman dalam Perang Dunia II. Profesor Karl Haushofer namanya.

Karl Ernst Haushofer lahir di Munich, Bavaria (Jerman), pada 27 Agustus 1869. Dia terlahir dari keluarga Yahudi Jerman, dari pasangan Max Haushofer, seorang ekonom, dan Frau Adele Haushofer. Lulus dari sekolah atas, Karl muda mendaftar sebagai tentara Bavaria.

Karir di dinas ketentaraan, Karl menamatkan pendidikan di Lembaga Pendidikan Ketentaraan Bavaria (Kriegschule), Akademi Artileri (Artillerieschule), dan Bavarian War Academy (Kriegsakademie). Tahun 1896 Karl muda menikah dengan Martha Mayer Doss, juga seorang Yahudi.

Haushofer meneruskan pendidikannya hingga menjadi perwira tinggi dan berdinas di Angkatan Perang Kerajaan Jerman dan karirnya melejit hingga menduduki jabatan sebagai Staff Corp di tahun 1899. Bahkan pada tahun 1903, Karl Haushofer diangkat menjadi tenaga pengajar di Bavarian Kriegsakademie.

Tahun 1908, Haushofer dikirim ke Jepang guna mempelajari sistem ketentaraan di negeri Matahari Terbit itu. Di Jepang, Haushofer juga didaulat menjadi instruktur resimen artileri tentara Nippon.

Dari Jepang, Haushofer yang menguasai banyak bahasa asing selain Jerman, seperti Inggris, Perancis, dan Rusia, ditugaskan melawat ke beberapa negara Timur Jauh seperti Korea, India, Tibet, Cina, dan lain-lain.

Selama bertugas di Timur Jauh inilah, Haushofer yang memang telah lama tertarik dengan ajaran-ajaran mistis dari Timur melanjutkan penelitiannya. Dia juga menerjemahkan beberapa literatur Budhisme dan Hindu. Menurut sejumlah peneliti, ketertarikan Haushofer terhadap ajaran mistis-esoteris bukan tanpa sebab.

Latar belakang keluarganya dipercaya memang telah bersentuhan dengan hal-hal seperti ini. Haushofer merupakan salah satu tokoh dari sebuah persaudaraan mistis pemuja setan (Kabbalah).

Dari perjalanannya keliling Timur Jauh inilah, Haushofer kemudian memperkenalkan sebuah Teori Geo-Politik yang dinamakan “The Heartland Theory” yang intinya berbunyi: “Siapa pun yang bisa menguasai Heartland maka ia akan mampu menguasai World Island”.

Heartland (jantung bumi) merupakan sebutan bagi wilayah Asia Tengah, dan World Island mengacu pada kawasan Timur Tengah. Kedua kawasan itu merupakan kawasan kaya minyak bumi dan juga gas. Teori ini sesungguhnya bukan otentik dari Haushofer, namun adaptasi dari Sir Alfrod McKinder (1861-1947), seorang pakar geopolitik asal Inggris terkemuka abad ke-19.

Nicholas Spykman, seorang sarjana Amerika, menambahkan teori ini dengan mengatakan, “Siapa pun yang bisa menguasai World Island, maka ia menguasai dunia.” (Di Milenium ketiga, teori ini dianut oleh Gedung Putih sehingga Bush berambisi menguasai Afghanistan, Irak, dan negeri-negeri sekitarnya).

Haushofer dikenal dekat dengan perwira-perwira Jerman, bahkan berkawan akrab dengan dua tokoh Nazi, Adolf Hitler dan Sekretarisnya, Rudolf Hess. Kepada Hitler, Haushofer menyodorkan teori geopolitik dan juga teori ras unggul bangsa Arya. Buku karangan Hitler yang diasisteni Hess berjudul “Mein Kampf” (Perjuanganku, 1926) buku ini menjadi buku suci Partai Nazi dilatarbelakangi teori yang dikemukakan Haushofer.

Menurut Haushofer, agar bangsa Jerman bisa menjadi bangsa terkuat di dunia, maka ras Arya harus memurnikan dirinya dan menyingkirkan semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini. Teori Charles Darwin juga Yahudi pun dikemukakan oleh Haushofer sehingga Adolf Hitler menjadi semakin jatuh dalam pengaruhnya.

Berkat pengaruh dari Haushofer inilah, ketika Nazi berkuasa, maka dilakukan pemurnian ras Arya secara besar-besaran. Semua orang Jerman yang bukan berasal dari ras ini dikejar-kejar dan dihancurkan, secara khusus orang Yahudi yang memang banyak mendiami wilayah Jerman menjadi target utama.

Masa lalu Hitler yang memiliki hubungan yang buruk dengan orang Yahudi menambah kebenciannya terhadap bangsa yang satu ini. Secara diam-diam Haushofer memprovokasi Hitler agar terus mengejar dan mengusir orang-orang Yahudi dari Jerman dan kawasan sekitarnya.

Mengapa seorang Haushofer yang juga Yahudi Jerman berbuat seperti ini? Jawabannya bisa ditemukan dalam sebuah pertemuan rahasia 13 keluarga berpengaruh Yahudi di Judenstaat, Frankfurt, Bavaria, di kediaman Sir Mayer Amschell Rothschild pada tahun 1773.

Saat itu Rotshchild melontarkan dua rencananya. Pertama, menyusun 25 program penguasaan dunia yang kemudian kita kenal sekarang sebagai Protokolat Zionis. Yang kedua, Rotshchild menyebut nama Adam Weishaupt seorang mantan Yesuit untuk mendirikan dan memimpin organisasi konspiratif modern bernama Illuminati.

Pertemuan Frankfurt ini menyepakati, mereka harus menemukan kembali harta karun King Solomon yang mereka yakini terbenam dalam reruntuhan Haikal Sulaiman yang ada di bawah Masjidil Aqsha di Yerusalem. Caranya adalah dengan merebut Yerusalem dari tangan bangsa Palestina yang sudah ribuan tahun mendiaminya.

Seorang tokoh Yahudi bernama Theodore Hertzl ditugaskan menemui Sultan Abdul Hamid II yang kala itu menjadi Khalifah Turki Utsmaniyah agar mau menyerahkan Tanah Palestina bagi bangsa Yahudi. Sultan menolak mentah-mentah permintaan ini walau kemudian Hertzl mengiming-imingi Sultan dengan harta berlimpah. Sultan tidak bergeming sedikit pun.

Selama jantungku masih berdetak dan darahku masih mengalir, aku haramkan Tanah Palestina bagi kalian wahai Yahudi,” demikian jawaban dari Sultan. Akibatnya Hertzl dan petinggi Yahudi geram dan membuat satu strategi untuk meruntuhkan khilafah dengan memunculkan seorang Turki Muda bernama Mustafa Kemal Attaturk. Sultan Abdul Hamid II pun tersingkir. Kekhalifahan Turki Utsmani dibubarkan, dan Mustafa Kemal Attaturk menjadi pemimpin Turki dan mensekulerkan negeri itu. Satu penghalang telah tumbang. Walau demikian Yerusalem belum bisa diduduki.

Theodore Hertzl kemudian menyelenggarakan Kongres Internasional Zionisme (1897) yang diselenggarakan di Basel, Swiss. Kongres ini menyepakati bahwa seluruh Yahudi-Diaspora, istilah bagi orang-orang Yahudi yang masih terserak di seluruh dunia, agar secepatnya melakukan imigrasi ke Promise Land atau yang menurut mereka Kota Suci Yerusalem.

Seruan Kongres Internasional Zionis ini tidak ditanggapi dengan antusias. Banyak keluarga Yahudi yang sudah mapan di Eropa dan Amerika enggan pindah ke Yerusalem. Meraka menolak seruan itu walau para ketua Zionis memaksanya.

Akhirnya tidak ada jalan lain, imigrasi Yahudi ke Palestina harus melalui jalan paksaan. Harus ada satu kondisi yang memaksa orang-orang Yahudi-Diaspora agar mau pindah ke Palestina. Akhirnya Haushofer berhasil dengan gemilang mendekati Hitler dan kemudian tanpa disadari ulah Nazi mengejar-ngejar orang Yahudi mengakibatkan banyak orang Yahudi yang kabur dari negerinya dan berbondong-bondong ke Palestina.

Seperti yang telah dikemukakan oleh Norman Finkeltstein dalam “The Holocaust Industry” atau Frederich Toben, peristiwa Holocaust sesungguhnya didalangi oleh kaum Zionis-Yahudi guna memaksa orang-orang Yahudi lainnya agar mau pindah ke Palestina, lewat tangan Hitler.

Bahkan Norman Finkelstein yang juga berdarah Yahudi menentang cara-cara kotor Zionis ini. Dalam bukunya, Finkelstein membongkar mitos holocaust dan menyebutnya sebagai proyek pemerasan yang dilakukan Zionis terhadap negara-negara Eropa dan juga dunia, dengan mengorbankan kaum Yahudi Eropa yang sebenarnya enggan untuk ke Palestina.

Di akhir Perang Dunia II, Haushofer ditangkap oleh pasukan Sekutu. Pada tanggal 13 Maret 1946, Haushofer dan isterinya melakukan bunuh diri di Pähl, Jerman Barat. Mengikut jejak Adolf Hitler dan Eva Braun yang melakukan bunuh diri saat Berlin jatuh ke tangan Sekutu setahun sebelumnya.

di Tulis Oleh: Rizki Ridyasmara


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News CoinMarketcap]

Temui Bos Pemberontak, 14.000 Pasukan Kembali ke NKRI, Trik Soeharto Hadapi Teroris di Papua

Property Pribadi Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Doc. Pribadi Untuk Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Temui Bos Pemberontak, 14.000 Pasukan Kembali ke NKRI, Trik Soeharto Hadapi Teroris di Papua
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Temui Bos Pemberontak, 14.000 Pasukan Kembali ke NKRI, Trik Soeharto Hadapi Teroris di Papua Soeharto ketika dulu menjabat Presiden RI memiliki trik tersendiri memberantas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua yang kini ditetapkan teroris.

Salah satu cara Presiden ke-2 RI Soeharto itu, yakni bertemu bos atau pimpinan KKB Papua, Lodewijk Mandatjan.

Perlu diketahui, Lodewijk Mandatjan merupakan pimpinan KKB Papua paling legendaris.

Sebanyak 14.000 anggota KKB Papua di bawah kendalinya melakukan aksi teror pada tahun 1964-1967.

Lodewijk Mandatjan bahkan pernah bertemu langsung dengan Presiden Soeharto pada 11 Januari 1969.

Lantas, apa isi pembicaraan antara Soeharto dengan pimpinan KKB Papua saat itu?

Pertama, Mandatjan bersaudara menjelaskan kepada Presiden Soeharto bahwa mereka kembali atas kemauan sendiri.

Pada kesempatan ini, Presiden Soeharto mengatakan bahwa ia menyadari masih banyak kekurangan-kekurangan dalam kehidupan rakyat di Irian Barat.

Akan tetapi, Presiden menegaskan bahwa kebahagiaan tidak turun dari langit, melainkan harus dicapai dengan bekerja keras, dengan mengusahakan pembangunan.

Barulah dengan demikian kita akan dapat memperbaiki kehidupan rakyat setahap demi setahap.

Presiden Soeharto juga menegaskan kembali tekad pemerintah untuk membangun Irian Barat sejak daerah itu diperoleh kembali dari Belanda tahun 1963.

Menurut Presiden, yang menjadi masalahnya sekarang ialah bagaimana pembangunan Irian Barat dapat diwujudkan secepatnya.

Kepada kedua Mandatjan, Presiden Soeharto juga menjelaskan tentang penentuan pendapat rakyat, di mana diminta bantuan mereka untuk ikut menyukseskannya.

Lodewijk Mandatjan menyerah

Dilansir dari buku ‘Sintong Panjaitan Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando’ karya Hendro Subroto, KKB Papua Lodewijk Mandatjan melancarkan pemberontakan bermodal senapan-senapan tua peninggalan perang dunia 2.

KKB Papua

Pada 28 Juli 1965, terjadi serangan ke asrama Yonif 641/ Cenderawasih Manokwari, sehingga mengakibatkan tiga anggota TNI gugur dan empat lainnya luka-luka.

Gara-gara ini keadaan Kabupaten Manokwari mencekam.

Berbagai penghadangan dilakukan kelompok KKB Papua Mandatjan di kecamatan Warmare dan Ransiki.

Aparat keamanan di sana tak cukup menanggulangi keadaan.

Motif pemberontakan Lodewijk Mandatjan bukan semata-mata ingin memisahkan diri dengan Indonesia.

Ia juga bukan bagian dari OPM.

Mandatjan memberontak karena buruknya keadaan ekonomi pada awal Irian Barat bergabung dengan Indonesia.

Bahkan Mandatjan sendiri adalah seorang pejuang Trikora yang merasa kecewa kepada Indonesia karena hal tersebut.

Aksi teror KKB Papua pimpinan Lodewijk Mandatjan baru mereda setelah Sarwo Edhie Wibowo turun tangan.

Hal ini berawal saat Sarwo Edhie Wibowo menjabat sebagai panglima Kodam XVII/Tjendrawasih (1968-1970).

Sarwo Edhie Wibowo saat itu mau tak mau harus menghadapi sepak terjang KKB Papua pimpinan Lodewijk Mandatjan.

Sarwo Edhie Wibowo

Dalam menghadapi aksi teror KKB Papua saat itu, Sarwo Edhie Wibowo memadukan operasi tempur dengan operasi nontempur.

Menurutnya, strategi nontempur digunakan lantaran ia menganggap para KKB Papua masih merupakan saudaranya sebangsa dan setanah air.

“Kalau pemberontak kita pukul terus menerus, mereka pasti hancur. Tetapi mereka adalah saudara-saudara kita. Baiklah mereka kita pukul, kemudian kita panggil agar mereka kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi” kata Sarwo Edhie Wibowo dalam buku karya Hendro Subroto.

Untuk menghindari terjadi pertumpahan darah yang lebih banyak, Sarwo Edhie Wibowo memerintahkan melakukan penyebaran puluhan ribu pamflet yang berisi seruan agar KKB Papua kembali ke NKRI.

Sarwo Edhie Wibowo kemudian memberi tugas kepada perwira Kopassus Mayor Heru Sisnodo dan Sersan Mayor Udara John Saleky untuk menemui pimpinan KKB Papua yang bernama Lodewijk Mandatjan.

Tujuannya adalah membujuk agar Mandatjan beserta anak buahnya mau kembali lagi ke pangkuan NKRI.

Tanpa membawa senjata, Mayor Heru Sisnodo dan Sersan Mayor Udara John Saleky berjalan kaki memasuki hutan untuk menemui pimpinan KKB Papua itu.

Saat bertemu dengan Mandatjan, Mayor Heru Sisnodo berkata:

“Bapak tidak usah takut. Saya anggota RPKAD (sekarang Kopassus). Komandan RPKAD yang ada di sini anak buah saya. Dia takut sama saya. Kalau bapak turun dari hutan, nanti RPKAD yang akan melindungi bapak.”

Akhirnya, Mayor Heru Sisnodo dan Sersan Mayor Udara John Saleky berhasil meyakinkan Lodewijk Mandatjan dan anak buahnya.

Mandatjan beserta keluarga dan anak buahnya pun diantar turun ke Manokwari.

Saat bertemu dengan Mandatjan, Sintong Panjaitan berkata: “Bapak saya jamin, saya akan melindungi bapak dengan keluarga”

Pemberontakan KKB Papua pimpinan Lodewijk Mandatjan pun sebagian besar telah terselesaikan, Kopassus tinggal melakukan penyisiran untuk memburu sisa-sisa anggota KKB Papua lainnya

Dengan begitu, Sarwo Edhie Wibowo berhasil menerapkan strategi non tempurnya sehingga tak terjadi pertumpahan darah lebih banyak.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News eramuslim]

Emen si Tukang Becak Hancurkan Tank Canggih Inggris

Property Pribadi Suriya-Aceh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Emen si Tukang Becak Hancurkan Tank Canggih Inggris
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Emen si Tukang Becak Hancurkan Tank Canggih Inggris - Bandung Lautan Api adalah kejadian besar yang terjadi di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia pada 23 Maret 1946. Dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk Bandung membakar rumah mereka, meninggalkan kota menuju pegunungan di daerah selatan Bandung.

Dalam pembumihangusan Kota Bandung tersebut, ada peristiwa heroik terhadap penjajah. Tepatnya pada 24 Maret 1946 atau 75 tahun silam, aksi teror dilancarkan sekutu Brigade MacDonald, dengan para pasukan Gurkha yang “diboncengNICA (Nederlandsch Indië Civil Administratie) mendapat perlawanan rakyat.

Mengutip buku “Sekilas Sejarah Peristiwa Perjuangan Bandung Lautan Api” karya HME Karmas, dikisahkan Emen, seorang tukang becak yang ikut melakukan perlawanan bersama para pemuda dan Tentara Republik Indonesia (TRI - sekarang TNI), melakukan aksi cenderung nekat.

Emen menerjang ke atap tank baja Inggris dan menumpahkan bensin, sekaligus melempar api ke kabin tank. Sontak, tank canggih pemenang perang dunia ke II itu meledak hingga menewaskan kru tank Inggris dan juga Emen sendri.

Beberapa kejadian yang mencengangkan turut dilakukan para wanita terhadap Inggris. Di antara para kombatan wanita, tersebutlah dua nama legendaris, ‘Zus’ (sebutan wanita pada masa itu) Willy dan ‘Zus’ Susilawati.

‘Zus’ Willy yang tergabung di Kesatuan Laswi (Lasjkar Wanita) memenggal kepala seorang tentara Gurkha setelah menembaknya terlebih dulu dalam pertempuran dekat Ciroyom. Kepala tentara Gurkha itu ditebas dengan Gunto (pedang samurai) dan potongan kepalanya diserahkan pada Komandan Laswi, Ibu Arudji.

Bahkan, yang lebih ekstrem adalah ‘Zus’ Susilawati. Perwira wanita Polisi Tentara ini mengeksekusi kepala seorang Gurkha dan mengarak potongan kepala itu dari Jalan Cibadak sampai ke Markas Divisi III di Regentsweg. Dari situ, potongan kepala Gurkha itu dikirimkan ke Markas TRI di Yogyakarta.

Kisah itu benar adanya dan diungkapkan pula oleh (mendiang) Kolonel Abdoel Haris Nasution, Komandan Divisi III Siliwangi saat itu, dalam buku ‘Indonesian Destiny’, karya sejarawan Amerika Serkat, Theodore Friend.

“Suatu pagi seorang wanita pejuang muda menghentikan kudanya di depan pintu, turun dan menempatkan kepala terputus dari petugas gurkha di depan saya di atas meja bersama-sama dengan pitanya. Wanita itu dipanggil Susilowati,” beber Nasution.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News okezone]

Guru Para Pahlawan yang Diusulkan Jadi Pahlawan, Syaikhona Kholil

Property Pribadi Suriya-Aceh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Guru Para Pahlawan yang Diusulkan Jadi Pahlawan, Syaikhona Kholil
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Guru Para Pahlawan yang Diusulkan Jadi Pahlawan, Syaikhona Kholil - Nama Syaikhona Kholil beberapa pekan belakangan ramai diperbincangkan di media massa. Tokoh ulama kharismatis asal Bangkalan, Madura itu oleh ormas Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional. Sejumlah partai politik (parpol) juga mengusulkan hal serupa, menjadikan Syaikhona Kholil atau Mbah Kholil sebagai Pahlawan Nasional.

Lantas siapakah Syaikhona Kholil?. Syaikhona Kholil bernama asli Muhammad Kholil. Beliau putra dari KH Abdul Lathif, warga Desa Kemayoran, Kecamatan Kota, Bangkalan. Mbah Kholil lahir pada Selasa 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 Masehi.

Sejak kecil, beliau dididik sangat ketat oleh ayahnya. Mbah Kholil kecil memang menunjukkan bakat yang istimewa, kehausannya akan ilmu, terutama ilmu Fiqh dan nahwu. Bahkan, beliau sudah hafal dengan baik Nazham Alfiyah Ibnu Malik (seribu bait ilmu Nahwu) sejak usia muda.

Melihat bakatnya dalam ilmu agama yang luar biasa, orang tua Mbah Kholil kecil mengirimnya ke berbagai pesantren untuk menimba ilmu. Mengawali pengembaraannya, Mbah Kholil muda belajar kepada Kiai Muhammad Nur di Pondok Pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.

Dari Langitan pindah ke Pondok Pesantren Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian pindah ke Pondok Pesantren Keboncandi, Pasuruan. Selama belajar di Pondok Pesantren ini beliau belajar pula kepada Kiai Nur Hasan di Sidogiri, 7 kilometer (km) dari Keboncandi.

Kehausannya akan ilmu agama terus bertambah. Mbah Kholil muda berkeinginan untuk menimba ilmu ke Makkah. Niatnya itu tidak disampaikan kepada orangtuanya, apalagi meminta ongkos kepada orangtua. Mbah Kholil akhirnya pergi ke pesantren di Banyuwangi dan nyambi menjadi “buruh” pemetik kelapa pada gurunya. Untuk setiap pohonnya, dia mendapat upah 2,5 sen.

Uang yang diperolehnya tersebut dia tabung. Sedangkan untuk makan, Mbah Kholil menyiasatinya dengan mengisi bak mandi, mencuci dan melakukan pekerjaan rumah lainnya, serta menjadi juru masak teman-temannya.

Menginjak usia 24 tahun, Mbah Kholil memutuskan untuk pergi ke Makkah. Di Mekkah, Mbah Kholil belajar dengan Syeikh Nawawi Al-Bantani (Guru Ulama Indonesia dari Banten). Di antara gurunya di Makkah ialah Syeikh Utsman bin Hasan Ad-Dimyathi, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syeikh Mustafa bin Muhammad Al-Afifi Al-Makki, Syeikh Abdul Hamid bin Mahmud Asy-Syarwani. Beberapa sanad hadits yang musalsal diterima dari Syeikh Nawawi Al-Bantani dan Abdul Ghani bin Subuh bin Ismail Al-Bimawi (Bima, Sumbawa).

Sewaktu berada di Mekkah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Mbah Kholil bekerja mengambil upah sebagai penyalin kitab-kitab yang diperlukan oleh para pelajar. Sepulangnya dari Mekkah, Mbah Kholil dikenal sebagai seorang ahli Fiqh dan Tarekat.

Bahkan beliau dikenal sebagai salah seorang Kiai yang dapat memadukan kedua hal itu dengan serasi. Dia juga dikenal sebagai al-Hafidz (hafal Al-Qur’an 30 Juz). Sepulang dari Mekkah, Mbah Kholil mendirikan pesantren di daerah Cengkubuan, Bangkalan.

Tak butuh waktu lama, banyak santri berdatangan dari desa-desa sekitarnya. Namun, setelah putrinya, Siti Khatimah dinikahkan dengan keponakannya sendiri, yaitu Kiai Muntaha, pesantren di Cengkebuan itu kemudian diserahkan kepada menantunya.

Mbah Kholil kemudian mendirikan pesantren lagi di daerah Demangan, 1 km dari pesantren lama. Di pesantren baru ini, Mbah Kholil juga cepat memperoleh santri lagi, bukan saja dari daerah sekitar, tetapi juga dari Pulau Jawa.

Santri pertama yang datang dari Jawa tercatat bernama Hasyim Asy’ari, dari Jombang. Kemudian banyak santri-santri lain yang menimba ilmu agama dari Mbah Kholil. Selain KH. Hasyim Asy’ari, pendiri NU dan pendiri, pengasuh Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang ada juga KHR. As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo Asembagus, Situbondo. KH. Wahab Hasbullah: Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Tambak Beras Jombang. Pernah menjabat sebagai Rais Aam NU (1947–1971).

KH. Bisri Syansuri, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Denanyar, Jombang.KH. Maksum, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Rembang, Jawa Tengah. KH. Bisri Mustofa, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Rembang. KH. Muhammad Siddiq, Pendiri, Pengasuh Pesantren Siddiqiyah, Jember.

KH. Muhammad Hasan Genggong, Pendiri, Pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong. KH. Zaini Mun’im, Pendiri, Pengasuh Pesantren Nurul Jadid, Paiton, Probolinggo dan puluhan kiai besar lainnya.

Guru Besar Sosiologi Agama Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya Abdul A’la menyebut, Syaikhona Kholil memiliki banyak santri yang tersebar ke seluruh penjuru Nusantara. Bahkan, sebagian diantaranya menyandang gelar pahlawan nasional.

Seperti pendiri NU KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hazbullah hingga KH As’ad Syamsul Arifin Situbondo.

“Pada zamannya, Syaikhona Kholil adalah episentrum keilmuan agama Islam di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, salah satu ajaran Syaikhona Kholil yang masih relevan sampai saat ini dan selalu dipegang teguh oleh semua muridnya adalah hubbul wathan minal iman atau cinta Tanah Air adalah sebagian dari iman. Sehingga, kata dia, penetapan Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional tidak memiliki alasan untuk ditunda.

“Signifikansi Syaikhona Kholil sebagai pahlawan nasional bukan hanya berjuang untuk menginspirasi perjuangan untuk kemerdekaan, tapi juga mempersiapkan bagaimana mengisi kemerdekaan serta peradaban Islam Nusantara,” ujarnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa juga sangat mendukung usulan gelar pahlawan nasional kepada Syaikhona Kholil. Menurutnya, jasa ulama yang wafat pada pada 29 Ramadhan 1343 H/ 24 April 1925 Masehi itu terhadap bangsa dan negara saat masa perjuangan tak perlu diragukan lagi.

“Sehingga beliau sangat layak mendapatkan gelar pahlawan nasional,” kata Khofifah.

Ia berpesan agar tim khusus yang menangani usulan gelar pahlawan nasional Syaikhona Muhammad Kholil supaya bekerjasama dengan berbagai elemen untuk mengumpulkan dan melengkapi berbagai dokumen yang diperlukan.

“Kelengkapan dokumen yang dibutuhkan oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) maupun Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) harus disiapkan dengan baik karena itu berjenjang dan menjadi penentu cepat tidaknya untuk disetujui Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan untuk diusulkan kepada Presiden. Jangan sampai seperti saat mengusulkan Trunojoyo sebagai Pahlawan Nasional yang tertunda karena ada sangkalan dari beberapa pihak,” jelas Khofifah.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengakui TP2GD Kabupaten Bangkalan telah melakukan kajian dan sarasehan pada 15 Januari 2021. Kemudian ditindaklanjuti Bupati Bangkalan dengan menerbitkan surat rekomendasi untuk usulan gelar pahlawan nasional kepada Alm Syaikhona Muhammad Kholil.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jatim, M Alwi mengatakan, Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) provinsi juga sudah melakukan kajian. Hasilnya, masih ada beberapa dokumen yang perlu dilengkapi seperti nama, tempat dan tanggal lahir, pendidikan, tempat dan tanggal meninggal, serta riwayat perjuangan secara kronologis.

“Dokumen pendukung seperti foto 5R tiga lembar juga sangat penting jangan sampai berubah-berubah. Selain itu tolong diperbanyak pengabadian nama Syaikhona Muhammad Kholil melalui sarana monumental disertai surat keterangan dan foto,” pinta Alwi.

Setelah dokumen-dokumen kelengkapan itu terpenuhi, kata dia, Gubernur Jatim akan segera mengirim pengajuan usulan kepada Menteri Sosial (Mensos). Kemudian digodok oleh TP2GP lalu oleh Mensos diajukan ke Presiden melalui Dewan Gelar, Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan guna mendapatkan persetujuan penganugerahan gelar pahlawan nasional sekaligus tanda kehormatan lainnya.

di Tulis Oleh: Lukman Hakim


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News sindonews]

Di Balik Sejarah Panjat Pinang dan Balap Karung Pelecehan Belanda

Property Pribadi Suriya-Aceh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Di Balik Sejarah Panjat Pinang dan Balap Karung Pelecehan Belanda
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Di Balik Sejarah Panjat Pinang dan Balap Karung Pelecehan Belanda - Setiap perayaan hari kemerdekaan Indonesia, lomba panjat pinang dan balap karung adalah menu wajib yang selalu hadir. 

Tua muda selalu antusias berpartisipasi dalam lomba yang memang sangat seru ini. Namun tahukah Anda? dibalik kemeriahan suasana panjat pinang dan balap karung tersimpan kisah suram tentang asal usul permainan rakyat ini.

Bila kita mengadakan lomba panjat pinang dan balap karung setiap 17 Agustus, dulu sebelum Indonesia merdeka ternyata lomba ini telah diadakan, namun beda tanggal. Pemerintah Belanda menggelarnya setiap tanggal 31 Agustus untuk memperingati ulang tahun Ratu Wilhemina.

Disinilah pribumi dilecehkan, orang-orang pribumi yang bersusah payah jatuh bangun memanjat tiang licin ini menjadi hiburan tersendiri bagi orang Belanda. Mereka memandang pribumi begitu lucu karena mau berebut untuk sesuatu yang bagi mereka tak berharga.

Begitu juga dengan lomba balap karung. Bukti sejarah juga menunjukkan permainan ini telah ada sejak jaman penjajahan. Konon orang-orang pribumi begitu sulit hidupnya hingga mereka hanya mampu berpakaian dengan karung goni. Karena kesal, mereka mneginjak-injak karung dan entah bagaimana akhirnya kekesalan mereka itu berubah menjadi sebuah permainan adu lari memakai karung.

Bila ditelusuri, ternyata balap karung juga bukan hanya ada di Indonesia. Sebuah foto memperlihatkan beberapa tentara Jerman pada masa Perang Dunia II sedang lomba balap karung dengan serunya. Mana versi yang benar, belum ada penelitian lebih lanjut tentang itu.

Beberapa pemerhati sejarah telah mengusulkan permainan ini dihapuskan dari perayaan hari kemerdekaan. Mereka menganggap permainan tersebut merupakan peninggalan Belanda yang melecehkan pribumi sehingga tidak pantas dilestarikan.

Namun hal itu tak mudah dilakukan karena panjat pinang telah mengakar dalam budaya Indonesia. Banyak orang yang mengatakan agar jangan terlalu mempermasalahkan latar belakang sejarah. Ambil saja nilai positifnya. Panjat pinang mempunya filosofi positif tentang sebuah kerjasama tim sementara balap karung membawa semangat persaingan penuh hiburan. Benarkah demikian?


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News eramuslim]

Perlawanan 200 Lelaki Makassar Habisi Seribu Prajurit Siam dan 17 Tentara Eropa

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Perlawanan 200 Lelaki Makassar Habisi Seribu Prajurit Siam dan 17 Tentara Eropa
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Perlawanan 200 Lelaki Makassar Habisi Seribu Prajurit Siam dan 17 Tentara Eropa - Ada nilai dan keyakinan yang dipertahankan sehingga orang rela mati dalam hunusan pedang lawan. Tapi keberanian di luar nalar itu memang sering muncul dalam detik-detik kebuntuan, cul-de-sac.

Claude de Forbin utusan Raja Louis XIV merekam perlawanan mengerikan itu, terkepung ribuan personel gabungan kerajaan Siam, Prancis, Inggris dan Portugis di pedalaman Thailand, 23 September 1686. Bernard Dorleans merangkum kisah heroik ini dalam Orang Indonesia & Orang Prancis dari Abad XVI sampai XX.

Tersebutlah Daeng Mangalle, bangsawan Gowa-Tallo dan kerabatnya diduga terlibat persekongkolan kelompok Melayu, Campa dan Makassar di Ayuthia. Mereka dituduh hendak menjarah kerajaan dan menghabisi Raja.

Raja Siam yang mengetahui rencana itu mengirim personel bersenjata termasuk bantuan pasukan Prancis yang berpusat di Bangkok. Orang-orang Melayu dan Champa mendapatkan pengampunan setelah meminta maaf kepada Raja.

Namun tidak bagi Daeng Mangalle. Ia merasa tak bersalah atas semua tuduhan itu. Sebagai bangsawan, pantang baginya mengacau di rumah orang. Karena itu ia merasa tak perlu meminta ampun.

Akibatnya perkampungan Makassar dikepung ribuan tentara. Lengkap dengan senjata terbaik di masa itu.

Dalam beberapa kali negosiasi Daeng Manglle tetap kukuh tak bersalah. Tapi semua tuduhan didakwakan padanya. Setelah insiden berdarah di sebuah pavilliun, 23 September malam ribaun pasukan bergerak ke kampung Makassar di Ayuthia. Mereka datang bersama dua kapal perang, 60 kapal kecil dan 22 kapal dayung.

Dalam perang tak seimbang itu Daeng Mangalle tahu betul ia dan kerabatnnya pasti kalah. Namun ia telah bersumpah akan memberi perlawanan setimpal yang takkan dilupakan Thailand sampai kapaupun. Baginya lebih baik tumbang daripada menjadi budak di negeri orang.

Seluruh pintu keluar kampung di tepi sungai itu telah dikepung. Dalam keheningan subuh, serbuan dimulai. Bola-bola api mulai ditembakkan ke perkampungan. Api merah menyala menjilat seisi desa. Melihat semuanya hangus Koalisi Siam-Eropa sempat merasa menang. Namun perang sebenarnya justru baru saja dimulai.

Seperti laron menerjang sinar, orang-orang Makassar satu persatu keluar dari parit dan menerjang apapun yang mungkin mereka serbu. Perang, serang terjang. Balasan itu membuat Kapten Coates dari Inggris tumbang. Ribuan pasukan gabungan itu dipaksa itu mundur menunggu bala bantuan datang.

Serangan berlanjut hingga siang. Sisa-sisa orang Makassar semakin terkepung. Namun mereka tak mundur. Keberanian mereka membuat Claude de Forbin dan kawan-kawan bergidik ngeri. Bagaimana 200 pria dengan keris dan tombak bisa demikian menggila melawan lebih dari 3000 tentara.

Daeng Manggale sendiri terhuyung oleh lima tusukan tombak. Namun dalam kondisi itu nyalinya tak padam. Sebelum napasnya berakhir ia sempat menerjang seorang Menteri Siam dan menghabisi seorang Inggris. Daeng Mangalle baru benar-benar rubuh setelah dihujani peluru Perancis.

Melihat ayahnya terkapar putra sulung Daeng Mangalle yang baru 14 tahun tak diam. Anak muda ini mengamuk sejadi jadinya sebelum akhirnya tumbang diterjang senapan.

Perlawanan terhenti, 22 orang Makassar tertawan, 33 mayat ditemukan. Sisanya tertangkap beberapa hari kemudian untuk dihukum dengan kejam.

Forbin mencatat kesaksian Pastor Tachard tentang bagaimana sisa-sisa orang Makassar ini dihukum. Kepala dijepit dan dipasak sebelum menjadi santapan macan. Ada juga yang dibakar dan dikubur setengah badan hingga mati perlahan. Sisanya kepala mereka dipenggal dan dipamerkan sebagai peringatan.

Selebihnya adalah sejarah yang hingga kini membuat penduduk Thailand terpana. Mereka terkenang kisah keteguhan hati dan perlawanan tak terperikan. Bayangkan, 200 lelaki Makassar yang terkepung mampu menghabisi tak kurang seribu prajurit Siam dan 17 tentara Eropa. Dengan senjata seadanya. Ya…. Senjata seadanya.

di Tulis Oleh: Zulhakim, penyuka seni dan budaya tinggal di Ampenan Lombok.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News fajaronline]

Piagam Madinah, Konstitusi Pertama Dunia Islam

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Piagam Madinah, Konstitusi Pertama Dunia Islam
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Piagam Madinah, Konstitusi Pertama Dunia Islam - Tidak banyak orang tahu mengenai sejarah Islam yang telah ada sejak dulu, seperti halnya terkait Piagam Madinah. Agar lebih menambah wawasan, ada baiknya Anda mengetahui awal mula, sejarah, latar belakang terbentuknya, tujuan hingga isi dari naskahnya.

Apa Itu Piagam Madinah?

Dapat dilihat dari namanya, piagam Madinah disebut juga dengan “Konstitusi Madinah”, yang ditulis pada tahun 622 Masehi juga merupakan konstitusi pertama di dunia Islam. Isinya membahas tentang hubungan para umat Islam yaitu kaum Anshar dengan Muhajirin.

Piagam Madinah atau dikenal dengan “Madinah Charter” yang dipelopori oleh nabi Muhammad SAW ini, berisikan pernyataan mengenai umat muslim maupun non pada dasarnya adalah satu bangsa. Yahudi dan juga kristen dan umat non lain akan dilindungi dari semua bentuk penistaan.

Intinya, dengan adanya piagam Madinah (dalam bahasa arab Ash-Shahifah) yang berasaskan syariat islam ini, berbagai suku, agama, ras akan hidup secara adil. Di sini, juga membuktikan pada dunia bahwa Islam adalah agama yang mementingkan tali persaudaraan dan perdamaian.


قال ابن إسحاق وكتبرسول الله صلى الله عليه وسلم كتابا بين المهاجرين والأنصار وادع فيه يهود وعاهدهموأقرهم على دينهم وأموالهم وشرط لهم واشترط عليهم 

“Ibnu Ishaq berkata: “ Setelah itu Rasulullah SAW membuat perjanjian antara kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Dalam perjanjian tersebut, Rasulullah SAW tidak memerangi orang-orang Yahudi, membuat perjanjian dengan mereka, mengakui agama dan harta mereka dan membuat persyaratan bagi mereka.”

Sejarah Piagam Madinah

Awal mula terbentuknya piagam Madinah adalah, saat nabi Muhammad SAW bertemu dengan enam orang dari suku Khajraj, Yatsrib (Madinah sekarang) dan Mina yang sedang menunaikan ibadah haji di Makkah. Kemudian mereka masuk Islam, mengakui bahwa tiada tuhan selain hanya Allah.

Lalu, mereka bercerita mengenai keadaan Yatsrib yang selalu diresahkan dengan bentuk permusuhan antar golongan dan suku, terkhusus Khajraj serta Aus. Maka dari itu, mereka berharap Allah akan mempersatukan golongan dan suku tersebut lewat perantara nabi Muhammad SAW.

Kemudian, mereka juga melakukan perjanjian untuk mengajak warga Yatsrib masuk agama Islam. Ketika musim haji tahun ke-12 kenabian telah datang, para orang laki laki berjumlah dua belas menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain hanya Allah dan Muhammad utusan-Nya.


هذا كتاب من محمد النبي صلىی الله عليه وسلم بين المؤمنين والمسلمين من قريش ويثرب ومن تبعهم فلحق بهم وجاهد معهم 

“ini adalah piagam dari Muhammad, Nabi SAW, dikalangan mukminin dan Muslimin (yang berasal) dari Quraisy dan Yasrib dan orang yang mengikuti mereka, menggabungkan diri dan berjuang bersama mereka.”

Mengenai kelanjutan sejarah piagam Madinah akan dilanjutkan pada point point berikut ini. Yuk simak penjelasannya:

1. Awal Mula Terbentuknya Piagam Madinah

Setelah menyatakan bahwa tuhan hanya Allah dan Muhammad utusan-Nya, mereka juga berjanji tidak akan melakukan perbuatan memalukan layaknya zina, mencuri, berbohong apalagi sampai mengkhianati nabi. Ini disebut dengan “bai’at aqabah pertama”.

Di tahun berikutnya, 70 orang yatsrib yang telah beragama Islam datang berkunjung ke Makkah. Mereka bahkan juga mengundang nabi supaya berhijrah ke tempatnya dan tidak lupa dengan menyatakan “nabi adalah pemimpinnya”. Pertemuan ini dilaksanakan di aqabah.

Di tempat itu, mereka mengucap bai’at kembali, lalu nabi juga menyatakan akan memerangi beberapa musuh yang diperangi dan menjadi sahabat dengan para sahabat mereka. Ini disebut dengan “bai’at aqabah kedua”. Baik Bai’at pertama dan kedua ini, dijadikan sebagai batu pertama bangunan negara Islam.

2. Piagam Madinah dan Nabi Muhammad SAW

Ada beberapa hal yang membuat nabi Muhammad SAW berpikir untuk mengeluarkan piagam Madinah ini. Pertama, bahwa ketika beliau datang ke Madinah dan mengetahui Quraisy tidak akan pernah membiarkan siapa saja hidup dengan tenang serta akan menghancurkan apapun.

Maka dari itu, nabi Muhammad SAW berpikir untuk memperkuat pertahanan di Yatsrib (Madinah), sehingga siapapun yang beragama Islam merasa dirinya akan aman dan selamat di kota tersebut. Kesiapan yang dibuat beliau ini sudah didasarkan pada kenyataan.

Namun, nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya tidak dapat tenang. Apalagi ketika Quraisy mulai merusak dan berkomplot dengan orang Yahudi dan munafik untuk mengusir beliau. Maka dari itu, nabi membuat suatu rencana pertahanan, seperti menghadapi serangan luar ataupun dari dalam.

3. Pikiran Nabi Muhammad SAW Mengenai Piagam Madinah

Pikiran nabi Muhammad SAW yang kedua untuk mengeluarkan piagam Madinah ini adalah, sebagai pendatang. Para kaum muhajirin datang ke Madinah dengan meninggalkan harta benda di Makkah, itulah alasan mereka tidak memiliki pendapatan dan hidup miskin serta mengalami kelaparan.

Maka dari itu, nabi Muhammad SAW mendirikan fakta persaudaraan yang dijalin antara kaum Muhajirin dan juga Anshor. Dengan begitu, akan timbul tali persaudaraan antara mereka yang tentunya mengikat semua umat muslim supaya menjadi kesatuan dan tidak dapat dipisahkan.


وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ  وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ. وَالَّذِينَ جَاءُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ 

Artinya :
“Dan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) ‘mencintai’ orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin), dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr, 59: 9-10).

4. Pikiran Terakhir Nabi Muhammad SAW Mengenai Piagam Madinah

Pikiran nabi Muhammad SAW yang terakhir adalah mengenai kota Madinah yang mempunyai banyak penduduk Yahudi. Dilihat dari sudut pandang kemiliteran, sangat diperlukan perjanjian dengan mereka. Tujuannya, untuk mempertahankan kota secara bersama sama.

Mengetahui ini, nabi Muhammad SAW merundingkan sesuatu dengan orang Yahudi tersebut, apalagi ini dianggap sebagai dokumen politik yang sangat penting dalam sejarah. Dijelaskan bahwa perjanjian ini yaitu sumbangan termulia karena tujuannya demi kebebasan manusia.

Perjanjian ini dianggap piagam kebebasan bagi orang yahudi dan para warga di Madinah lain. Piagam Madinah mencakup beberapa perjanjian dari tiga pihak yakni Muhajirin, Anshar, dan Yahudi. Dengan hal ini dapat mengukuhkan status agama, sosial dan politik di dalam semua kalangan masyarakat. “Sesungguhnya mereka satu Ummat, lain dari (komunitas) manusia yang lain

Tujuan Piagam Madinah

Piagam Madinah merupakan suatu hal yang sangat penting dan harus ditaati oleh semua orang di jaman nabi Muhammad SAW.

Dengan dibuatnya piagam Madinah oleh nabi Muhammad SAW ini, tujuan utamanya adalah agar semua kaum dapat berdamai demi tercapainya kemakmuran dan keadilan semua pihak. Tidak hanya umat muslim saja, namun non muslim juga (Khazraj dan Yahudi).

Percayalah, pada saat itu telah terbukti bahwa yang telah diatur oleh nabi Muhammad SAW dapat melindungi dan juga mengatur kehidupan negara. Meliputi beberapa suku berbeda dan juga agama yang beda mulai dari muslim hingga non muslim.

Pelajaran Tentang Piagam Madinah

Ada ulama yang mengatakan bahwa di antara hukum yang tercantum pada piagam Madinah ini tidak ada yang di Nasakh, kecuali perjanjian dengan orang Yahudi atau non muslim tanpa wajib membayar pajak (Jizyah). Hukum tersebut dihapus dengan firman Allah dalam surat At – Taubah 9:29


قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَٰغِرُونَ 

Artinya :
“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.”

Ada pula sebagian ulama berkata, hubungan kaum muslim dan orang yahudi yang ada di dalam piagam Madinah ini sejalan dengan firman Allah SWT. Hal ini masuk kedalam surat Al Mumtahanah 60:8 sebagai berikut.


ا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ 

Artinya :
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Ada beberapa landasan undang-undang dalam piagam Madinah ini, yaitu pembentukan umat dilihat dari aqidah dan agama, larangan untuk melindungi tindakan kriminal dan musuh, berbuat zhalim, dilarang damai dengan musuh secara pribadi, membiasakan kebiasaan baik dan masih banyak lagi.

Itulah penjelasan mengenai Piagam Madinah dengan beberapa ulasan di baliknya. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News eramuslim]