Home » » Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa

Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa

Property Pribadi Suriya-Aeh Info-Anak-MeulabohDoc. Pribadi Ilustrasi Gambar Blog Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh: Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa
Suriya-Aceh Info-Anak-Meulaboh Manusia Terkaya yang Pernah Bawa 60.000 Orang Naik Haji, Mansa Musa - Pernah dengar Mansa Musa? Dia adalah orang terkaya sepanjang masa yang merupakan penguasa Afrika Barat di abad ke-14.

Sosoknya sering disamakan dengan karakter fiksi di Marvel Comics, Black Panther yang merupakan raja dari Wakanda yang memiliki nama asli T'Challa.

Sejarah Melansir, Musa menjadi penguasa yang menguasai Mali pada tahun 1312. Dia naik tahta setelah pendahulunya, Abu-Bakr II, hilang dalam perjalanan yang ditempuh melalui laut di Samudra Atlantik.

Pemerintahan Musa datang pada saat negara-negara Eropa sedang berjuang karena perang saudara yang berkecamuk dan kekurangan sumber daya. Selama periode itu, Mali berkembang berkat sumber daya alam yang melimpah seperti emas dan garam.

Di bawah pemerintahan Musa, kawasan kekuasaannya makmur dan tumbuh hingga menjangkau sebagian besar Afrika Barat. Wilayah kekuasaan terdiri dari pantai Atlantik hingga pusat perdagangan pedalaman Timbuktu dan sebagian Gurun Sahara.

Musa merupakan seorang Muslim yang taat. Dia pernah melakukan perjalanan ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji. Dia boat sekitar 4.000 mil bersama 60.000 rombongannya yang terdiri dari tentara dan budak. Rombongan itu membawa ratusan pon emas yang diangkat menggunakan unta dan kuda.

Dalam perjalanan itu rombongan Musa menjadi tontonan untuk setiap wilayah yang dilaluinya. Bahkan sosoknya menjadi tersohor di Mesir selama lebih dari satu dekade.

Sesampainya di Kairo, Musa bertemu dengan penguasa Kairo, al-Malik al-Nasir. Menurut teks-teks dari sejarawan kuno Shihab al-Umari, Musa disambut di Kairo oleh bawahan al-Nasir, yang mengundangnya untuk bertemu dengan sesama raja. Musa menolak proposisi sambutan mewah itu dan mengatakan bahwa dia hanya numpang lewat dalam perjalanan haji ke Mekah.

Salah satu alasan Musa menolak adalah karena dia diharuskan tunduk dan mencium kaki sultan. Dia memilih untuk menyapa al-Nasir dengan layak dalam pandangannya.

Dalam percakapan keduanya al-Nasir menawarkan penginapan kepada Musa dan semua orang yang menemaninya. Namun Musa menolak dan justru meninggalkan sebagian hartanya di sana.

Saat melalui Kairo dari pusat kerajaan hingga kawasan pemukiman miskin, Musa menebar hartanya berupa emas dengan membeli barang-barang asing. Hal itulah yang membuat dia begitu terkenal dan dihargai.

Meskipun bermaksud baik, mempersembahkan emas Musa sebenarnya menurunkan nilai di Mesir, dan perekonomian kerajaan mengalami pukulan besar. Butuh waktu 12 tahun bagi ekonomi Mesir untuk pulih.

The Sun yang melansir SmartAsset.com menyebut Timur Tengah mengalami kerugian ekonomi sebesar 1,1 miliar Euro gara-gara harga emas yang jatuh.

Dalam perjalanan pulang dari Tanah Suci, Mansa Musa coba membantu ekonomi Mesir yang anjlok 'gara-gara' dia. Mansa Musa mengambil kembali emas di peredaran dan meminjamnya dengan bunga tinggi.

Beberapa waktu kemudian dia kembali ke Mekah dengan beberapa ulama termasuk keturunan langsung Nabi Muhammad SAW dan seorang penyair asal Andalusia. Mansa Musa membayar mereka dengan 200 kg emas yang jika sekarang diuangkan menjadi 6,3 juta Euro.


[Sumber: yang diambil oleh Admin Suriya-aceh Info-Anak-Meulaboh Silahkan Lihat Di News detik]

0 Responses to komentar:

Post a Comment

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.

Peraturan Berkomentar
[1]. Dilarang menghina, Promosi (Iklan), Menyelipkan Link Aktif, dsb
[2]. Dilarang Berkomentar berbau Porno, Spam, Sara, Politik, Provokasi,
[3]. Berkomentarlah yang Sopan, Bijak, dan Sesuai Artikel, (Dilarang OOT)
[3]. Bagi Pengunjung yang mau tanya, Sebelum bertanya, Silakan cari dulu di Kotak Pencarian

“_Terima Kasih_”